Masih ada harapan tuk raih bahagia kan???
Bukankah bahagia itu kita yang usahakan???
Bukankah suasana itu kita yang ciptakan???
Bukankah rasa itu kita yang hadirkan???
Blog ini berisi coretan-coretanku. . . Apa yang terpikirkan itu lah yang kan kutuliskan. . . Apa yang kutahu itu lah yang kan kuutarakan. . . Apa yang kurasakan itulah yang kan kulantunkan. . .
Sabtu, 04 Oktober 2014
Rabu, 01 Oktober 2014
Jembatan Hati
Jembatan itu kian redup tak bersinar...
sayup2 masih nampak butiran2 batu yg memenuhi tiap inci badan jembatan...
Tak seorang pun yg trgerak tuk melintasi jmbatan tersebut...
ragu kah??? atau trauma kah??
entahlah...
Kini jembatan itu kembali merasakan nyawanya perlahan hadir...
Perlahan mulai menguatkan diri tuk dapat dilintasi kembali...
Perlahan namun pasti kembali membentangkan diri dari sini ke sebrang hati...
Hati???
Ya, mungkin ini yang dinamakan jembatan hati...
Ketika ia mulai mengokohkan diri...
Berarti ia telah siap tuk kembali dilintasi...
Jembatan ini bukan lah sebuah persinggahan atau sekedar tempat untuk berjalan-jalan sesaat...
Jembatan ini kini menjelma menjadi lintasan tuk dapat memasuki hati dan tetap bertahan serta menetap di dalamnya...
Jika memang sanggup tuk masuk dan menetap di sana...
Alangkah lebih baik tuk melintas di atas jembatan ini...
Namun jika meragu dan ingin berlalu...
Silahkan lalui jalan lain, karna tak ada yang kan menerima keraguan apabila telah menyanggupi tuk melintasinya...
:D
sayup2 masih nampak butiran2 batu yg memenuhi tiap inci badan jembatan...
Tak seorang pun yg trgerak tuk melintasi jmbatan tersebut...
ragu kah??? atau trauma kah??
entahlah...
Kini jembatan itu kembali merasakan nyawanya perlahan hadir...
Perlahan mulai menguatkan diri tuk dapat dilintasi kembali...
Perlahan namun pasti kembali membentangkan diri dari sini ke sebrang hati...
Hati???
Ya, mungkin ini yang dinamakan jembatan hati...
Ketika ia mulai mengokohkan diri...
Berarti ia telah siap tuk kembali dilintasi...
Jembatan ini bukan lah sebuah persinggahan atau sekedar tempat untuk berjalan-jalan sesaat...
Jembatan ini kini menjelma menjadi lintasan tuk dapat memasuki hati dan tetap bertahan serta menetap di dalamnya...
Jika memang sanggup tuk masuk dan menetap di sana...
Alangkah lebih baik tuk melintas di atas jembatan ini...
Namun jika meragu dan ingin berlalu...
Silahkan lalui jalan lain, karna tak ada yang kan menerima keraguan apabila telah menyanggupi tuk melintasinya...
:D
Sabtu, 30 Agustus 2014
Teduh... Selalu...
Teduh nampak di bawah rinainya yang sendu namun tak kunjung berlalu...
Ia... Ia lah teduh yang selalu mampu mendebarkan saat waktu mempertemukannya tanpa perlu menunggu...
Mempertemukannya tanpa ada ragu...
Mempertemukannya tanpa tau dulu...
Teduh selalu mampu...
Ia mampu menyita takjub...
Ia mampu menyandera degup...
Meronce tanpa corengan...
Merenda tanpa tautan....
Memang sudah cukup dinanti...
Namun teduh tak kunjung menepi...
Setau waktu sedari dulu pasti...
Sedari menggoreskan arti...
Hingga tersatu sanubari...
Teduh masih menggebu...
Teduh tak berlalu...
Teduh kan menjadi satu...
Satu teduh...
Selalu...
Ia... Ia lah teduh yang selalu mampu mendebarkan saat waktu mempertemukannya tanpa perlu menunggu...
Mempertemukannya tanpa ada ragu...
Mempertemukannya tanpa tau dulu...
Teduh selalu mampu...
Ia mampu menyita takjub...
Ia mampu menyandera degup...
Meronce tanpa corengan...
Merenda tanpa tautan....
Memang sudah cukup dinanti...
Namun teduh tak kunjung menepi...
Setau waktu sedari dulu pasti...
Sedari menggoreskan arti...
Hingga tersatu sanubari...
Teduh masih menggebu...
Teduh tak berlalu...
Teduh kan menjadi satu...
Satu teduh...
Selalu...
Sabtu, 29 Maret 2014
Hasil Kita
Senja jingga ucapkan makna rindu mengadu adu memadu menanduk puing hati tercecer di antara sepi. Masih adakah bayang besar seperti dirimu sudi untuk menyapa yang menunggu ini.
Mengerti tidak akan memulai apa pun sebelum kau.
Coba sadari arti lingkaran kita.
Kita harusnya saling memahami situasi dan mengerti peliknya lika-liku diri.
Renungkan di malam sunyi hayati setiap detak jam dinding.
Tahukah eksistensi kamu bagi hubungan kita.
Dirimu biasa menerima segala aku yang terlalu merasai rindu padamu.
Padahal rasa kian melampaui batas.
Percayakah kalau rasa merajai sampai aku menjadi biasa akan penantian pengharapan ini.
Jangan hiraukan burung cantik yang lapar di dalam balutan yang mencintainya dengan lembut.
Dia cantik, berarti seperti api.
Tolong aku tak sanggup menahan rasa sesak karena kamu tak anggap aku ada.
Pernah kumencoba apakah kita dapat merajut benang kehidupan bersama.
Kenyataannya tidak dapat diprediksi.
Bolehkah kita memulai kembali jalinan kisah fana ini?
Aamiin
Karya: DeKaYo
Rabu, 19 Maret 2014
Minggu, 16 Maret 2014
Had you ever???
Had you ever felt it too???
Had you ever thought about it too???
Had you ever known it???
Had you ever thought about it too???
Had you ever known it???
Langganan:
Postingan (Atom)