Sabtu, 06 Desember 2014

Merenda Masa Depan Melukis Impian

Masa depan??? iyya, masa depan. . .
Siapa sih yang gak mau masa depannya cerah secerah mentari. . .
Siapa sih yang gak mau masa depannya indah seindah langit. . .
Siapa sih yang gak mau masa depannya mulus semulus sutera. . .

Oleh sebab itu, mari kita kembali merenda masa depan yang mungkin sempat retak, yang mungkin sempat terpuruk, bahkan mungkin sempat hancur beberapa saat silam. . . Mari kembali merenda masa depan yang saat ini berada di genggaman. Merajut kembali benang-benang kehidupan yang pernah kusut. Menata kembali puing-puing semangat yang sempat terkoyak. Karna aku yakin, sekarang belum terlambat untuk membenahi diri, hidup, hati, dan jiwa ini. . . ^_^

Masih ada harapan untuk berbenah dan memantaskan diri kan???
Iyya, harapan yang sempat terlintas lalu kemudian tertanam dalam diri. . . Lalu diperkuat oleh rasa sejak beberapa bulan yang lalu. . . ketika kuingin kembali ke kota itu banyak harapan yang kubawa. . . Iyya, bahkan setelah kedatangan di kota itu tertunda sekarang pun, harapan itu masih tetap sama, meski sedikit berbelok arah tapi tetap pada tujuan final seperti beberapa waktu terakhir. . .
Meski jika harapan itu tak terpenuhi dalam asa yang nyata, kita tetap harus semangat untuk kembali merenda masa depan dan melukis impian kan???


Saat ini asa untuk meraih cita yang sempat terlintas pada masa kanak-kanakku dulu hadir kembali di depan mata. . . Inginku mengusahakan diri tuk dapat meraihnya. . . semoga jalanku tertuju padanya. . . Hingga dapat kulukiskan senyum bahagia pada wajah mereka. . .


Saat ini asa untuk meraih cinta yang pernah kuimpikan semoga semakin didekatkan pada ia yang benar tertuliskan bersamaku di Lauhul MahfudzNya. . . Entah siapa dan di mana tapi aku yakin kita akan segera dipertemukan. . . Mungkin sudah bertemu dan sudah ditumbuhkan rasa ini. . . semoga segera dipersatukan. . . Agar dapat bersama menyatukan asa tuk merajut benang indah kehidupan selamanya. . .

Apa yang kurajut hingga hari ini masih tetap kuusahakan. . .
Dan benar saja, apa yang sedang kuperjuangkan sejak kemarin, akan masuk juga dalam lukisan indah itu (nanti). . .

Hope all the things that I wanna reach can I get it soon. . .
Aamiin. . .



Rabu, 03 Desember 2014

BISA

Bisa saja. . .
Namun tak bisa begitu saja. . .
Bisa saja. . .
Namun tak juga yang biasa. . .
Bisa saja. . .
Namun tak bisa jika tak sama bisa. . .
Bisa saja. . .
Bisa jika begitu biasa bisa sama. . .
BISA


Senin, 01 Desember 2014

Tergambar dan Terinspirasi

Tak harus menjadi sempurna untuk bisa berkarya. . .
Tak harus menjadi sempurna untuk bisa merengkuh dunia. . .
Karna yang kita butuhkan adalah niat, usaha, keyakinan, dan doa. . .
‪#‎Terinspirasi‬


Saya kembali terinspirasi pada sepasang seniman Gola Gong dan Tias Tatanka. . .
Kepiawaian beliau dalam merangkai kata dan meramunya dalam sebuah tulisan mampu menghipnotis pembaca masuk ke dalam dunia yang mereka ciptakan itu. 


Seperti halnya memoar yang berjudul "Ini Rumah Kita Sayang..."
Tak pernah bosan kumembaca buku ini... karna di sini kudapat melihat impianku tergambar... bukan semata2 karna kisahnya, melainkan usaha yg dilakukan sesuai dg mimpi yg pernah kurancang dan masih tetap kuperjuangkan hingga sekarang...
 
semoga dan semoga... aamiin...

Kamis, 27 November 2014

Kepergianmu

Sahabat. . .
Di pagi yang dingin ini
Kau memberi sebuah kabar
Kabar yang sangat menyedihkan

          Andai kau tak pergi
          Andai kau masih di sini
          Pada saat ini. . .

Tapi itu takkan mungkin
Kini. . .
Tiada lagi canda
Tiada lagi tawa
Senyum kegembiraan
yang selalu tersirat di wajahmu

          Kau kan selalu kukenang
          Sahabat. . .
          Kau lah kawan terbaikku
          Dalam sepanjang masa

I will not forget you my best friend ^_^


Satu lagi tulisan yang aku temukan dalam buku kecil penuh kenangan ini. . .
Iya, tulisan ini untuk seorang sahabat yang kala itu akan pergi ke Banjar untuk melanjutkan pendidikan. Dialah Pulkah. Hm, sedih sekali waktu itu. Ika pikir kita ga bisa ketemu lagi. Ika pikir Banjar itu terlalu jauh dan kau tak kan kembali lagi. :) 
Tapi ika senang, akhirnya dirimu kembali ke Berau, bahkan kini telah berumah tangga dan telah dikaruniai seorang putera yang tampan. :) Congratulation dear. . . ^_^
Pulkah, senang sekali bisa bertemu dirimu kembali. . . bisa becanda bareng. . . curhat-curhatan bareng. . . Masih ingat ga bagaimana pertama kali kita kenal di sekolah dulu???Awalnya karena kesalahpahaman yang akhirnya membuat kita kenal, dekat, dan semakin dekat. . . Ika juga masih ingat sapu tangan yang dirimu kasih waktu mau pergi ke Banjar. . . tapi maaf, sepertinya sapu tangan itu sudah terselip entah di mana karna ika juga sempat beberapa kali pindah rumah setelah itu. Tapi meski sapu tangan itu tak ada lagi, persahabatan kita mesti tetap terjalin kan??? ;)
Apa kabar Bunda Zidan sekarang??? belum sempat bertandang ke rumahmu ni. . . maaf ya. . . Semangat menyelesaikan skripsi juga yah say. . . Jadi mommy, istri, dan mahasiswa dalam waktu yang bersamaan itu memang tidak mudah. Tapi ika yakin kamu bisa menjalaninya dengan baik. . . Semangat sayang ^_^.

Miss you :*


Ika Novita Mulia dan Pulkah



Friends Forever

Begitu menyenangkan pabila di dekatmu
Banyak pengalaman dan petualangan yang telah kita lalui bersama

Sekarang. . .
Kau telah jauh dariku
Antara Berau dan Kendari (sementara)
Begitu menyedihkan
Serasa hati ini sepi

Selalu teringat saat-saat bersamamu
Canda, tawa, senang, bahagia
Sedih, tangis, curahatan hati, luka
Segalanya telah kita lalui bersama

Serasa telah hilang semangatku
Ingin semua terulang kembali
Hanya kerinduan yang tersisa

Aku sangat merindukanmu
Engkau takkan kulupa
Wahai sahabat sejatiku


Tulisan ini sudah lama banget tertulis di buku kecilku. . .
Baru nemu nie buku makanya baru sempat dipost dalam blog ini
Special for my best friend, Rasyidah
Tulisan ini ika buat pas dirimu berangkat untuk MTQ Nasional di Kendari. . . masih inget gak???
Meski ika ga pernah cerita tentang tulisan ini dan ga pernah ngungkapin secara frontal bagaimana bangganya ika akan dirimu, tapi cukuplah digambarkan dengan tulisan sederhana ini.
Sekarang kita sudah terpisah jauh banget ya. Dulunya ika pikir kita cuma bakal pisah sebentar lalu bisa bertumbuh dewasa bersama. Tapi pada kenyataannya kita benar-benar terpisah sejak lulus dari Masdrasah Tsanawiyah ya. . . Kita memilih sekolah yang berbeda dan pada akhirnya tempat kuliah kita pun sangat berjauhan, ika di Samarinda dan dirimu malah ke Jakarta sana. :)
Benar-benar merindukanmu Ida. . . Rindu panggilanmu untuk ika juga "Ikik" :D
Apakah kita masih bisa bertemu kembali??? setiap dirimu bertandang ke Berau, Ika malah berada di daerah lain, begitu pun sebaliknya. Kamu udah menjadi ibu sekarang Da, kalah ika. hehehe
Miss you Rasyidah. . . I still love you as your best friend :*
Jaga dirimu baik-baik ya di tanah Jawa sana. . . doaku selalu menyertaimu. . . ^_^ 

(dari kiri) Rizky Nindya Ramadlani, Ika Novita Mulia, dan Rasyidah
 

SAHABAT

Sahabat. . .
Aku selalu menantikan hadirmu
Kau selalu ada di saat suka maupun duka
Kau adalah teman yang setia

          Selalu siap disaat aku membutuhkan
          Selalu setia menampung segala curahan

Kau bagaikan bintang
yang selalu setia menemani bulan
Walau terkadang kau tampak meredup
karena terhalang oleh awan

          Sahabat. . .
          Tetaplah kau seperti ini
          Jangan pernah berubah
          Karna kau lah teman setiaku


This poem is special for my best friend since 2004 until now. . .
Rizky Nindya Ramadlani
Feels so miss you dear. . .
I found this poem from my old book in the box. . .
So surprise to found it. . .
I have written it when we would finished our study in Madrasah Tsanawiyah. . .  
Did you still remember all moments n time that we have spent together Riz???
I do hope that you still love me too as your best friend although the distance separate us now. . . 

Sincerely yours, Ika Novita Mulia 



(dari kiri) Rizky Nindya Ramadlani, Ika Novita Mulia, dan Rasyidah 

Persembahkan yang Terbaik untuk Dirimu

        Selalu melakukan kebaikan dan berbuat baik kepada sesama merupakan sebab terbesar dalam menolak musibah maupun kejahatan yang dilakukan manusia. Betapa banyak musibah yang gugur karena kebaikan yang dilakukan seseorang. Dan betapa banyak kesedihan menjadi kemudahan, keperluan yang terpenuhi, maupun anugerah yang melimpah karena tanaman kebaikan. Inilah ungkapan Muhammad bin Al-Hanafiyah ketika bertekad, bahwa orang yang melakukan kebaikan tidak akan terjatuh. Kalaulah terjatuh, ia tidak akan hancur. (Kitab Tanbuehul Mughtarrin : 815)

       Anas bin Malik r.a. berkata, Nabi SAW bersabda,
"Pencipta kebaikan yang bertakwa, yang memerangi kejelekan, dan fitnah, maupun yang menyebabkan kehancuran, mereka adalah ahli kebaikan di dunia, dan mereka adalah ahli kebaikan di  akhirat." (Ithaaful Mahrah, Ibnu Hajar Al Atsqalani : 815)

       Orang-orang yang senantiasa menanam kebaikan untuk orang lain, mereka adalah ahli kebaikan dari Tuhan seluruh manusia! "Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)." (QS. Ar-Rahmaan [55] : 60). Ahli kebaikan di akhirat adalah mereka yang Allah berikan pakaian, makan, minum, dan kekayaan.

       Ibnu Mas'ud berkata,
"Manusia kelak akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan telanjang, dalam keadaan haus, dan dalam keadaan lelah. Barangsiapa memberikan pakaian karena Allah, maka Allah akan memberikan pakaian kepadanya. Barangsiapa yang memberi makan karena Allah, maka Allah akan memberikan makanan kepadanya. Barangsiapa yang memberi minum karena Allah, maka Allah akan memberikan minum kepadanya. Barangsiapa yang bekerja karena Allah, maka Allah akan memberikan kekayaan." (Qadha 'ul Hawa'ij, Ibnu Abi Dunya : 14)

       Ali bin Abi Thalib bersumpah dengan kalimat-kalimat indah. Beliau mengucapkan,
"Demi yang dapat mendengar bisikan suara dan rahasia. Tidaklah salah seorang di antara kalian membuat hati saudaranya bahagia, kecuali Allah akan menjadikan kebahagiaan itu kelembutan (pertolongan). Maka apabila datang musibah, maka kelembutan itu akan mengalirkan musibah seperti air yang sangat cepat, sehingga hilang musibah tersebut seperti unta liar yang berlari kencang. (Al Mustathraf: 521)

       Kebaikan paling agung adalah berbuat baik pada anak yatim. Entah itu dengan melindungi dan mendidik mereka, mengurus kemaslahatan mereka, murah hati, mengasihi dan menyayangi mereka. 

       Abu Darda r.a. berkata, Rasulullah SAW bertanya,
"Apakah kamu suka hatimu menjadi lembut dan terpenuhi keperluanmu? Maka kasihanilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berikanlah makan dari masakanmu, niscaya hatimu menjadi lembut dan terpenuhi hajatmu." (Tanbiehul Ghafilin bi Ahaadits Sayyyidil Anbiya wal Mursalin, Samarqandi: 189)

       Tulisan tersebut saya kutip dari buku La Tahzan for Women yang tertuang pada halaman 101-103. . . semoga bermanfaat untuk kita. ^_^

       Fastabiqul Khairat. . . marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan. . . karena selain kebaikan itu dapat menentramkan hati, menghindarkan diri dari bencana, juga dapat menambah pundi-pundi pahala kita sebagai bekal untuk di akhirat kelak. . .  Persembahkanlah yang terbaik untuk dirimu. . . yang menjadi penentu dan penggerak kan diri sendiri, oleh karena itu jangan sia-siakan waktu yang kita miliki sehingga diri ini masuk ke dalam golongan orang yang merugi. Suatu Kebaikan selain diri ini yang merasakan, namun orang-orang di sekitar kita pun dapat merasakan percikan dari kebaikan itu. . . hidup kan lebih terasa indah dan menyenangkan bukan???

^_^